Menghindari Duplicate Content di Wordpress
Tips ini digunakan untuk menghindari duplikasi isi (duplicate content) dan mengatur penyimpanan content di wordpress kamu.
Seperti yang diketahui bahwa dalam SEO, content is the king. Dan google tidak terlalu suka adanya duplicate content, jika tidak percaya silahkan baca di official webmaster-nya google. Lalu apakah duplicate content itu:
Menurut google webmaster: Duplicate content generally refers to substantive blocks of content within or across domains that either completely match other content or are appreciably similar.
Terkadang kita tidak sengaja membuat duplikasi isi situs kita di wordpress, contohnya seperti pada halaman archive yang merupakan rangkuman dari tulisan yang ditampilkan di halaman single. Memang tidak sepenuhnya sama, misalnya dengan menambahkan ” selengkapnya” atau “read more”. Tetapi toh hasilnya akan mirip dengan yang ada di halaman single.
Lalu bagaimana mengatasinya?
Menurut artikel ini, kita dapat memulai ide dengan menganggap googlebot (robot pencarian yang digunakan di google) seolah-olah sebagai anak kecil. Baca disini untuk lebih lanjut tentang bagaimana google melakukan crawl. Seperti halnya anak kecil, jika kita memberitahu bahwa mainan akan diletakan dalam rak, maka suatu saat dia akan dengan mudah menemukannya. Tetapi jika memberitahu bahwa mainan berada di dapur, di rak, di ruang tamu. Maka dia perlu menebak letak mainan tersebut. Begitu juga dengan googebot, jika terjadi duplikasi isi di situs wordpress kita, maka si googlebot ini akan bingung dimanakah letak content atau isi yang sebenarnya. Dan hasilnya adalah SEO yang jelek.
Impelementasi di wordpress tentang ide di atas, adalah dengan memilah-milah halaman mana yang boleh dan atau tidak boleh di crawl oleh googlebot. Cara yang paling mudah adalah dengan memaksa googlebot untuk hanya meng-indeks halaman tunggal yang memuat isi situs yang sebenarnya dan mengabaikan halaman lain seperti halaman index, halaman archive dan hasil pencarian.
Bagaimana melakukannya?
Sayangnya di video ini tidak dijelaskan bagaimana tekniknya, tetapi jangan khawatir di sini dijelaskan semua.
- Pertama, gunakanlah
robot.txt, terus terang saya belum terlalu pengalaman dengan ini.
- Kedua dengan menggunakan meta di header theme wordpress.
Contohnya adalah (copy + paste dari:http://www.askapache.com/seo/wordpress-robotstxt-seo.html):
<?php if(is_single() || is_page() || is_home()) { ?> <meta name="googlebot" content="index,noarchive,follow,noodp" /> <meta name="robots" content="all,index,follow" /> <meta name="msnbot" content="all,index,follow" /> <?php } else { ?> <meta name="googlebot" content="noindex,noarchive,follow,noodp" /> <meta name="robots" content="noindex,follow" /> <meta name="msnbot" content="noindex,follow" /> <?php }?>
Untuk yang robot.txt nunggu dulu ya.. Aku baca-baca dulu.
Thanks to http://www.wolf-howl.com for this great tutorial.





Namaku adalah Nanang Joko Susanto, seorang web desainer yang bisa web programer. Keahlianku adalah mendesain web dengan kualitas tinggi (menurut beberapa orang ). Hal-hal yang aku kuasai dalam desain meliputi PhotoShop, Macromedia Flash, Cascading Stylesheet, dan XHTML. Sedangkan dalam bidang programing: PHP, Javascript, Actionscript dan Ajax.
Mau Berkomentar ? Silahkan ...
Kamu harus logged in untuk mengirim komentar.